10.22.2008

Perintah apt-get & dpkg Debian GNU/Linux

. 10.22.2008
1 comments

Debian GNU/Linux memiliki sistem manajemen paket yang terbaik (tp bersifat relatif sih). Hanya dengan menggunakan apt sebagai tools advanced untuk paket.

* Install software menggunakan apt
# apt-get install software
* Update daftar paket yang terdapat di sources.list
# apt-get update
* Update software menggunakan apt
# apt-get upgrade
* Untuk merubah daftar mirror apt
# apt-setup
* Mencari paket
# apt-cache search package
* Uninstall software menggunakan apt
# apt-get remove software

Shortcuts / Cheatcodes

* update daftar paket
# apt-get update
* update the available package lists
# dselect update
* upgrade all installed packages
# apt-get upgrade
* installs package
# apt-get install pkg
* uninstall package
# apt-get remove pkg
* show all installed and removed packages
# dpkg -l
* show install status of package
# dpkg -l pkg
* show all packages that match pattern
# dpkg -S pattern
* list packages that contain string
# dpkg
* list files in package
# dpkg -L pkg
* show status of package
# dpkg -s pkg
* show details of package
# dpkg -p pkg
* list relevant packages
# apt-cache search string
* install package from a deb file
# dpkg -i file.deb
* purge package (and config?)
# dpkg -P pkg
* re-run the configure for a package
# dpkg-reconfigure pkg
* get the source
# apt-get source pkg
* config build-deps for source and install as needed
# apt-get build-dep
* install package from specific release
# apt-get -t release install pkg
* prevent name from running at bootup
# update-rc.d -f name remove
* upgrade the distribution
# apt-get dist-upgrade

Klik disini untuk melanjutkan »»

Proses Booting LTSP

.
0 comments


ž      Setelah proses POST selesai, kemudian kode Etherboot yang terdapat pada ROM network card tersebut akan dieksekusi.
ž      Kode buatan Etherboot tersebut kemudian akan mencari network card yang terpasang. Jika berhasil ditemukan maka network card tersebut akan di-initialisasi.
ž      Kode Etherboot tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal ke jaringan berupa permintaan DHCP (DHCP Request). Permintaan DHCP tersebut akan disertai dengan MAC Address dari network card yang digunakan.
ž      DHCPD daemon yang aktif di server kemudian akan memperoleh sinyal permintaan tersebut, dan akan mencari data pada file konfigurasi yang ada.
ž      DHCPD daemon kemudian akan mengirimkan paket balasan, berisi beberapa informasi. Paket balasan ini akan berisi informasi berikut :
ž      IP Address untuk workstation tersebut
ž      Konfigurasi NETMASK untuk jaringan internal
ž      Lokasi file kernel yang akan di-download.
ž      Parameter tambahan untuk dikirimkan ke kernel, melalui baris perintah kernel.
ž      Kode Etherboot kemudian akan menerima balasan dari server, dan kemudian melakukan konfigurasi TCP/IP pada network card dengan parameter yang diterima.
ž      Dengan menggunakan TFTP ( Trivial File Transfer Protocol ), kode Etherboot kemudian akan berusaha untuk melakukan download file kernel dari server.
ž      Setelah kernel berhasil didownload sepenuhnya di workstation, kode Etherboot kemudian akan meletakkan kernel tersebut ke lokasi memory yang tepat.
ž      Kontrol kemudian akan diambil alih oleh Kernel. Kernel ini kemudian akan melakukan initialisasi seluruh system dan peralatan terpasang yang dikenali.
ž      Sampailah pada bagian yang sangat menarik. Pada bagian akhir dari kernel terdapat image filesystem, yang akan diletakkan di memory sebagai sebuah ramdisk, dan sementara di-mount sebagai root filesystem. Hal ini dilakukan dengan memberikan baris perintah root=/dev/ram0 yang kemudian akan memberitahu kernel untuk melakukan proses mount pada image tersebut sebagai root directory.
ž      Pada umumnya, setelah kernel selesai melalui proses booting, akan dieksekusi program init. Tetapi, pada kasus ini, dilakukan perubahan dengan menginstruksikan kernel untuk melakukan membaca shell script. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan parameter init=/ linuxrc pada baris perintah kernel.
ž      Script /linuxrc tersebut kemudian akan memeriksa PCI bus, mencari network card. Setiap perangkat PCI yang ditemukan, kemudian akan dilakukan proses pencarian pada file /etc/ niclist, untuk mencari apakah perangkat tersebut ada pada daftar tersebut. Jika ditemukan, maka nama module dari NIC tersebut akan diambil untuk kemudian dieksekusi. Untuk ISA card, module driver tersbut HARUS dirinci pada baris perintah kernel, disertai dengan IRQ atau parameter alamat yang dibutuhkan.
ž      Setelah network card berhasil diidentifikasi, maka script /linuxrc akan mengambil modul kernel yang mendukung network card tersebut.
ž      dhclient kemudian akan dijalankan, untuk melakukan query informasi ke DHCP server. Permintaan tersebut dilakukan untuk kedua kalinya, karena jika menggantungkan pada hasil query yang dilakukan oleh Etherboot, maka informasi tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima oleh kernel. Kernel kemudian akan mengabaikan konfigurasi NFS Server yang disertakan sebagai parameter tambahan root-path. Hal ini perlu dilakukan jika dimiliki NFS server yang berada pada server terpisah dari TFTP server.


ž      Ketika dhclient memperoleh jawaban dari server, kemudian akan dieksekusi file /etc/dhclient- script, yang mana kemudian akan berusaha membaca konfigurasi untuk kemudian melakukan setup pada interface eth0.
ž      Sampai pada proses ini, filesystem root berada di ramdisk.. Selanjutnya, script /linuxrc akan melakukan proses mount ulang pada filesystem melalui NFS. Direktori yang di-export pada server umumnya adalah /opt/ltsp/i386. Proses tersebut tidak bisa langsung melakukan proses mount filesystem yang baru sebagai /. Proses mount akan terlebih dahulu dilakukan pada / mnt. Kemudian, dilakukan pivot_root. pivot_root kemudian akan melakukan pertukaran filesystem root yang aktif dengan filesystem baru. Setelah proses tersebut, filesystem NFS akan di-mount pada /, dan filesystem root terdahulu akan di-mount pada /oldroot.
ž      Setelah proses mount dan pivot pada filesystem root yang baru selesai, shell script /linuxrc telah selesai melakukan perintah yang ada, dan saatnya diperlukan untuk menjalankan program init yang seharusnya.
ž      Init kemudian akan membaca file /etc/inittab dan mulai melakukan setting environtment workstation tersebut.
ž      Init menggunakan konsep runlevel, dimana tiap runlevel memiliki konfigurasi services yang berbeda. LTSP workstation akan diawali pada runlevel '2'. Konfigurasi tersebut dapat dilihat pada baris initdefault pada file inittab.
ž      Salah satu item yang berada pada urutan awal yaitu perintah rc.local yang akan aktif sementara workstation berada pada tahap 'sysinit'.
ž      Script rc.local kemudian akan membuat ramdisk sebesar 1 mb untuk menyimpan file-file yang akan dibuat atau diubah.
ž      Ramdisk akan di-mount sebagai direktori /tmp. Semua file yang akan dituliskan sebenarnya akan diletakkan pada direktori /tmp, dan nantinya akan terdapat symbolic link yang mengacu pada file-file tersebut.
ž      Filesystem /proc kemudian di-mount.
ž      Jika workstation ditentukan untuk melakukan swap over NFS, maka direktori /var/opt/ltsp/ swapfile akan di-mount sebagai /tmp/swapfiles. Jika, belum tersedia swapfile untuk workstation tersebut, maka akan dibuat secara otomatis. Ukuran dari swapfile tersebut ditentukan pada file lts.conf .
ž      Swapfile kemudian akan diaktifkan, dengan menggunakan perintah swapon.
ž      Interface loopback akan dikonfigurasi. Interface tersebut nantinya akan menggunakan IP Address 127.0.0.1.
ž      Jika Local apps diaktifkan, maka direktori /home akan di-mount, sehingga aplikasi tersebut dapat mngakses direktori home.
ž      Beberapa direktori kemudian akan dibuat pada filesystem /tmp untuk menyimpan beberapa file sementara yang dibutuhkan sewaktu system berjalan. Direktori yang akan dibuat tersebut adalah sebagai berikut :
ž      /tmp/compiled
ž      /tmp/var
ž      /tmp/var/run
ž      /tmp/var/log
ž      /tmp/var/lock
ž      /tmp/var/lock/subsys
ž      Proses selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada system X Windows. Pada file lts.conf, terdapat parameter yaitu XSERVER. Jika parameter tersebut tidak diketemukan, atau ditentukan menjadi "auto", maka akan dilakukan proses deteksi. Jika card yang digunakan adalah PCI, maka akan diambil PCI Vendor dan Device id, untuk kemudian dicari apakah terdapat pada file /etc/vidlist.

Klik disini untuk melanjutkan »»

10.16.2008

Linux Terminal Server Project

. 10.16.2008
0 comments

LTSP (http://www.ltsp.org/) adalah suatu project yang mengeksplorasi
kemampuan Linux untuk aplikasi diskless XTerminal.
XTerminal merupakan salah satu model thin client yang dapat dibangun dengan
platform Linux. Teknologi yang mirip sistem mainframe ini semakin populer karena
dapat menghemat sumber daya hardware tanpa perlu mengurangi performance.
Platform Linux yang kian berkembang dan memasyarakat telah terbukti
memberikan banyak solusi alternative yang mendorong efisiensi, penghematan
biaya dan kemudahan kerja. Sifatnya yang open telah melahirkan berbagai
kombinasi baru dibidang teknologi informasi dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja
yang mau memanfaatkannya. Jadi anda dapat bayangkan dengan banyak terminal
komputer kita cukup menyediakan satu harddisk.Dengan demikian teknologi Thin
Client, kita dapat mengoptimalkan komputer yang lama tidak kita pakai untuk dapat
digunakan kembali dengan mode GUI.
Ini adalah mekanisme client-server. Client di-boot menggunakan disket /
bootrom yang sudah terpasang kernel Linux. Setelah kernel di-load dalam memory,
ia mulai bekerja untuk mencari server yang memiliki DHCP atau Boot Protocol
(BOOTP). Server yang menangkap permintaan client memeriksa terlebih dahulu
apakah client tersebut sudah terdaftar sebagai komputer yang boleh masuk. Kalau
ya, server me mberikan IP Address kepada client, dan selanjutnya menjalankan
XWindow dimana prosesnya terjadi di server namun hasilnya tampak di client.Dilihat
dari cara ker janya, sistem ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki dua
komputer atau lebih. Dengan kata lain sangat banyak institusi yang bisa
memanfaatkan telnologi XTerminal seperti WarNet, perkantoran, penyewaan
komputer, atau bagi mereka yang hanya sekedar mencoba untuk menggunakan
Linux sebagai sistem operasi sehari-hari.
Seperti kita ketahui dalam suatu jaringan jumlah server lebih sedikit
ketimbang client. Sistem XTerminal sendiri bisa dipasang dengan satu server dan
beberapa client, sehingga penggunaannya memberikan berbagai keuntungan
seperti:
- Spesifikasi komputer untuk client sangat minimal.
- Upgrading hardware dan program menjadi lebih mudah karena hanya
terjadi di sebuah komputer server.
Akhirnya dari keseluruhan point diatas diperoleh penghematan biaya serta
waktu yang digunakan untuk instalasi dan perawatan sistem.
Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1

Instalasi

Setting Komputer Server

Sebelum memulai mensetting komputer server, terlebih dahulu persiapkan file
RPMS dari ltsp yang dibutuhkan untuk setup pada Linux SuSE 9.1 system server.
File ltsp terdiri dari 3 bagian, yaitu :

 Lts_core-1.03-1.i386.rpm

Paket core dari lts, termasuk file sistem root, didalamnya terdapat konfigurasi utility
dan dokumentasi untuk komoputer terminal. Dokumentasi akan terinstall dalam direktori
/usr/doc/lts-1.03. Versi dari dokumentasi ini berupa file html, sgml, postscri
ript dan text.

 Linux kernels

Pre-compiled kernel untuk booting tanpa harddisk/diskless dengan melalui lan card
di dalamnya.

 X servers
File yang akan dibutuhkan untuk mengkonfigurasi X server video card yang sesuai
dengan komputer yang dipakai.


File DHCP

DHCP atau dynamic host configuration program adalah program yang
mendistribusikan alamat ip pada setiap mesin yang terhubung ke dalam jaringan.
Pemberian alamat ip secara dinamis ini memudahkan jaringan dengan user yang
banyak.

Cara Kerja

Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan
adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.
Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client. Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena progaram ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan pada komputer` terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa harddisk).
Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang
harus diexported. Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani.
Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuhkan agar komputer terminal/client dapat berjalan pada saat di booting. Beberapa komputer terminal/client mempunyai spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Seperti lan card, vga card dan type

Hardware yang Digunakan
Server


Karena semua proses program dijalankan oleh server, maka hardwarenya harus memiliki spesifikasi
processor, harddisk, dan RAM yang disesuaikan dengan besarnya program dan jumlah terminal/client
yang memanggilnya. Ini menjadi sangat relatif. Tapi untuk instalasi ini penulis menggunakan spesifikasi
server sbb : P-IV, RAM 255 MB, VGA TNT 64 MB, Mouse PS/2, Keyboard PS/2, dan Monitor merek
jankrik.

Terminal/Client

Komputer terminal/client penulis menggunakan P-II 233 RAM 32 MB, karena mencari processor 486
agak sulit, sebuah floppy disk ( disket ), monitor merek tak terkenal, keyboard serial dan mouse serial.
Harddisk tidak diperlukan karena semua program terletak di server.
Distribusi Linux & Jaringan
Distribusi Linux yang penulis gunakan adalah : - RedHat 9.0
Hub dan kabel UTP yang siap untuk di gunakan

Klik disini untuk melanjutkan »»

NETWORK OPERATING SYSTEM NOVELL NETWARE 3.12

.
0 comments

Network Operating System Netware 3.12 dibuat oleh Novell Inc. yang merupakan lanjutan dari versi sebelumnya. Netware 3.12 merupakan 32 bit NetworkOperating System yang bekerja pada prosesor Intel 386 atau versi yang lebih tinggi dengan minimum memory 4 Mb. Netware 3.12 mendukung Desktop Operating System seperti DOS, OS/2 dan UNIX client

 SYSTEM
Directory yang berisi program file-file pembentuk operating system dan program cadangan untuk supervisor.

 PUBLIC
Directory yang berisi program file-file utility, user dapat melihat daftar filenya dan melaksanakan tetapi tidak dapat menulis dan menghapus file kecuali diberi kuasa oleh supervisor.

 LOGIN
Directory yang berisi file-file untuk masuk ke dalam sistem Netware. Direktori ini juga berisi boot file jika menggunakan BOOT ROM pada workstation.

 HOME
Directory yang disediakan untuk setiap user yang digunakan untuk menyimpan data dalam server Netware. Setiap user bebas menggunakan home directory-nya, home directory seperti lokal disk space user tersebut.

 MAIL
Directory MAIL berisi subdirectory yang merupakan nomor ID dari user, yang berisi login script user dan konfigurasi print job. Setiap user mempunyai directory sendiri pada directory ini.

 ETC
Directory yang berisi software-software yang diinstal pada server Netware dan setiap user dapat menggunakan software tersebut.bila diberi kuasa oleh supervisor.

PEMBERIAN HAK


Hak (RIGHTS) yang terdapat pada Netware 3.12 adalah :

 SUPERVISORY (S)
Memberikan user hak penuh terhadap directory, subdirectory dan file-file-nya.
 READ (R)
Hak untuk membuka dan membaca file.
 WRITE (W)
Hak untuk membuka dan memodifikasi file.
 CREATE (C)
Mengizinkan user untuk membuat file dan subdirectory dalam suatu directory.
 ERASE (E)
Mengizinkan user untuk menghapus file, subdirectory dalam suatu directory.
 MODIFY (M)
Memberikan hak pada user untuk merubah attribute dari file, subdirectory dan directory.
 FILE SCAN (F)
Hak untuk melihat daftar file dalam directory.
 ACCESS CONTROL (A)
Mengizinkan user untuk merubah trustee assignment dan inherited rights mask.pada file, subdirectory dan directory.

ATRIBUTE DIRECTORY

Atribute Directory pada Netware terdiri dari :

 SYSTEM (Sy)
Menyebabkan nama directory tak terlihat dengan perintah DIR dari DOS kecuali perintah NDIR dan user tersebut mempunyai trustee FILE SCAN.

 HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu directory tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.

 PURGE (P)
Atribut ini menyebabkan berkas file dalam directory yang dihapus tidak bisa diselamatkan atau dikembalikan dengan instruksi SALVAGE.

 DELETEINHIBIT (D)
Atribut ini mencegah user untuk menghapus directory, kecuali bila diberi hak ERASE dan MODIFY baru bisa menghapus directory tersebut.

 RENAMEINHIBIT (R)
Atribut ini mencegah user untuk mengganti nama directory, kecuali user diberi hak MODIFY baru bisa mengganti nama directory tersebut.

ATRIBUTE FILE

Atribute File pada Netware terdiri dari :

 SYSTEM (Sy)
Atribut ini identik dengan HIDDEN file tetapi digunakan pada system file yang berada pada directory SYS:=/SYSTEM.

 HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu file tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.

 READ ONLY (Ro)
Menyebabkan file hanya bisa dibaca tidak bisa dirubah atau di-rename kecuali diberi hak WRITE dan ERASE.

 READ WRITE (Rw)
Merupakan atribut dimana user dapat membaca, merubah dan menyimpan suatu file.

 SHAREABLE (S)
Atribut ini membolehkan user secara bersamaan mengakses suatu file .


 EXECUTE ONLY (X)
Atribute ini menyebabkan file hanya bisa dijalankan dan tidak bisa .di-copy atau di-delete.

 TRANSACTION TRACKING SYSTEM (T)
Atribute ini digunakan untuk menghindari terjadinya corrupt.

 INDEX (I)
Atribute ini menyebabkan Netware memberikan special FAT, untuk mempercepat proses akses file, umumnya digunakan untuk file yang lebih besar dari 10 Mb.

 ARCHIEVE (A)
Melindungi file terhadap kehilangan apabila file yang asli terhapus atau rusak.

PERINTAH-PERINTAH DASAR NOVELL NETWARE

 LOGIN
Untuk mengakses file server atau masuk ke file server
 Syntax : LOGIN [file server] / [login_name] [script_parameter]
 Option :
File server : nama server-nya
Login_name : nama user yang hendak masuk

 Contoh :
LOGIN NW312/USER01
User01 login ke dalam server yang namanya NW312
Jika hanya mempunyai satu server saja cukup ketik LOGIN USER01


 LOGOUT
Untuk keluar dari file server
 Syntax : LOGOUT [file server]
 Option :
File server : nama server-nya
 Contoh :
LOGOUT User01
Jika Anda login pada server NW312 maka setelah intruksi tersebut, Anda akan kembali ke server default yaitu NW312


 SETPASS
Untuk merubah password jika user tersebut diberikan hak pada file ini
 Contoh :
SETPASS
Enter new password for NW312/USER01 :
Retype new password for NW312/USER01 :
The password for NW312/USER01 has been changed
(selama Anda mengetik password tidak terlihat di monitor)


 WHOAMI
Melihat informasi tentang user
 Syntax :
WHOAMI [file server] [option]
 Option :
/Security : melihat security equivalent
/Group : melihat nama group dimana user sebagai anggotanya
/Rights : melihat hak akses user
/Object : melihat object user
/Workgroup : menampilkan nama manajer grup
/SYstem : menampilkan informasi system
/All : menampilkan semua informasi
 Contoh :
WHOAMI /A


 USERLIST
Menampilkan nomor hubungan, nama user, network address, node address dan waktu login dari user yang bekerja pada jaringan
 Syntax : USERLIST [file server name] / [name] [option]
 Option :
File server : nama server
Name : nama user
Option :
/A : menampilkan network address
/O : menampilkan informasi object
/C : menampilkan informasi per halaman layar
 Contoh :
USERLIST /C


 LISTDIR
Menampilkan informasi suatu directory dan subdirectory
 Syntax :
LISTDIR [path] [option]
 Option :
/Rights : menampilkan hak akses
/Effective rights : menampilkan hak akses efektif
/Date or /Time : menampilkan tanggal atau waktu pembuatan directory
/Subdirectories : menampilkan subdirectory sampai tingkat terbawah
/All : menampilkan seluruh informasi

 Contoh :
LISTDIR SYS:PUBLIC


 NDIR
Menampilkan informasi directory dan file
 Syntax : NDIR [path]
 Contoh :
NDIR SYS:HOME\USER01
 PEMBUATAN DIRECTORY
MD : membuat directory
RD : menghapus directory
CD : pindah ke suatu directory
 Contoh :
MD LATIHAN, CD LATIHAN, RD LATIHAN


 FLAGDIR
Menampilkan atau merubah atribut directory
 Syntax :
 FLAG [path] [flaglist]
 Option :
Path : directory yang hendak dilihat atau dirubah atribut filenya
Flaglist : lihat atribut directory
 Contoh :
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1 H
(merubah atribut directory LATIHAN1 menjadi HIDDEN)


 FLAG
Menampilkan atau merubah atribut file
 Syntax :
FLAG [path] [flaglist]
 Option :
Flaglist : lihat atribut file
 Contoh :
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA.TXT
(melihat atribut file BIODATA.TXT
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA +RO +H
(merubah atribut file BIODATA.TXT menjadi READ ONLY dan HIDDEN)
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA -H
(menghapus atribut HIDDEN pada file BIODATA.TXT)


 SEND
Mengirim berita pendek dari workstation Anda ke user, group atau console file server
 Syntax :
SEND “message text” TO destination
 Contoh :
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO USER01, USER03
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO EVERYONE
(mengirim pesan kepada group EVERYONE)


 GRANT
Memberikan trustee assignment pada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
 Syntax :
GRANT [rightlist] FOR [path] TO [user / group]
 Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
 Contoh :
GRANT R W C F FOR G: TO USER04
GRANT M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 TO USER07


 TLIST
Melihat trustee directory atau file pada user atau group.
 Syntax :
TLIST [path] [user / group]
 Contoh :
TLIST SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
(melihat trustee pada directory LATIHAN1)


 REVOKE
Digunakan untuk menghapus hak akses file atau directory yang diberikan kepada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
 Syntax :
REVOKE [rightlist] FOR [path] FROM [user / group]
 Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
 Contoh :
REVOKE R W C F FOR G: FROM USER04
REVOKE M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 FROM USER07


 REMOVE
Digunakan untuk menghapus trustee directory user atau group sehingga tidak mempunyai hak trustee directory assignment terhadap suatu directory atau subdirectory
 Syntax :
REMOVE [user/group] FROM [path]
 Contoh :
REMOVE USER04 FROM G:
REMOVE USER07 FROM SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1


Klik disini untuk melanjutkan »»

10.12.2008

Krisis Finansial Dunia Merambah ke Dunia Maya

. 10.12.2008
0 comments

Tentunya Anda tahu bahwa seluruh dunia, termasuk Indonesia sedang dilanda krisis finansial yang berawal dari Amerika. Krisis Amerika yang diawali oleh masalah sub-prime mortgage kini sudah mulai merambat ke dunia maya, harga saham-saham teknologi yang notabene secara riil jauh dari kredit perumahan ikut tumbang. Dalam satu bulan terakhir harga saham Apple sudah turun 40%, Google dan Yahoo 20%. Microsoft Microsoft yang merupakan salah satu perusahaan teknologi terkaya dengan pendapatan yang stabil lebih beruntung, hanya mengalami penurunan sebesar 10%. (via TechCrunch)

brutal


Sub-prime mortgage atau kredit subprima merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan surat utang berperingkat B (B-Paper) atau kredit yang mendekati prima atau pinjaman kesempatan kedua yang diberikan oleh pemberi kredit kepada debitur yang tidak memenuhi persyaratan kredit. Dengan kata lain debitur tersebut memiliki "catatan kredit" yang kurang baik. Kredit subprima ini memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, karena tingginya tingkat bunga yang dikenakan.


Amerika merupakan pemrakarsa kredit subprima dan sangat berperan besar pengaruhnya dalam peningkatan kredit konsumen yang tidak memiliki akses ke pasar kredit. Sebagaian pihak menilai kredit jenis ini sebagai praktek lintah darat yang mencari sasaran debitur yang tidak memiliki daya untuk melunasi utang dalam jangka panjang. Kecaman terus meningkat sejak tahun 2006 sebagai rekasi atas meningkatnya krisis kredit dalam industri kredit subprima di Amerika dan akhirnya menyebabkan krisis finansial global hari ini.

Dampak kredit subprima ini sangat besar pengaruhnya di seluruh dunia, menghantam baik negara-negara maju maupun berkembang. Perusahaan-perusahaan teknologi yang notabene jauh dari kaitannya dengan kredit ini kini telah ikut menanggung bebannya, dan tampaknya krisis ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Jika Yahoo, Google, Microsoft saja lantas terkena dampak krisis ini, bagaimana dengan yang lain?

Indonesia juga tidak kebal dari efek ini, turun bahkan lebih banyak daripada indeks saham di banyak negara. Grafik di bawah ini menunjukkan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang telah kehilangan 33% dari nilainya sejak 8 Sepetember lalu, atau 46% sejak awal tahun 2008 seperti yang diperlihatkan di bawah ini.

JSX


Klik disini untuk melanjutkan »»

Perjalanan Virus Malware

.
0 comments

Perjalanan malware lokal dan perkembangannya
Written by Febryan 
Sunday, 12 October 2008 21.00
Ketika pertengahan 2006-2007 malware lokal pertama kali meledak hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda penurunan yang berarti, populasi malware bukannya semakin menurun tetapi sebaliknya meningkat dan terus meningkat. Terbukti beberapa vendor anti virus terkemuka sering kali kecolongan oleh malware lokal. Bukan hanya populasinya, mungkin hukum evolusi berlaku juga bagi malware lokal, berbagai teknik yang digunakanpun semakin canggih, semakin canggihnya teknik yang digunakan malware maka semakin sulit pula engine anti virus melacak keberadaannya.
Virus lolos oleh deteksi engine anti virus yang up-to-date sudah menjadi hal biasa bahkan John Stewart Chief Security Officer (CSO) Cisco pernah mengatakan bahwa anti virus buang buang duit saja, karena tetap tidak dapat memberikan keamanan yang maksimal.

computer worm

Munculnya malware lokal di Indonesia sebenarnya sudah sangat lama, diawali oleh virus bernama Denzuko muncul pada tahun 1991 dibuat oleh anak bandung bernama Denny Yanuar Ramadhani. Virus ini juga sudah mengimplementasikan teknik counter malware, teknik dimana virus akan menghancurkan virus lainnya mirip seperti worm brontok yang mencoba menghancurkan dominasi malware lokal lainnya.

Apa sih yang menyebabkan populasi malware di Indonesia semakin hari semakin meningkat? Awalnya saya memprediksikan bahwa perkembangan malware di Indonesia lambat laun akan menurun, karena saya kira malware di Indonesia adalah trend sesaat, artinya suatu saat ketika trend itu mulai menjadi hal yang biasa maka trend itu akan menghilang dengan sendirinya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, bahkan malware lokal seakan tidak rela apabila daerah jajahannya dikuasai oleh malware import. Lalu apa yang menyebabkan populasi malware di Indonesia meningkat? Kemungkinan besar faktor penyebabnya adalah :

  1. Virus komputer semakin mudah dibuat.
  2. Semakin banyak bermunculan komunitas underground.
  3. Cyberlaw (UU ITE) belum terimplementasikan secara maksimal.

Tiga faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap populasi malware lokal di Indonesia. Saya coba jelaskan satu-persatu.

1. Virus komputer semakin mudah dibuat.

Pada jaman dahulu untuk membuat satu virus komputer dibutuhkan skill yang mendalam tentang seluk beluk komputer dan bahasa pemrograman low level yang rumit dan kompleks. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi komputer semuanya menjadi mudah. Munculah bahasa pemrograman yang mudah dipahami, program komputer (software) semakin mudah dibuat, sisi negatifnya virus komputer juga semakin mudah dibuat. Bahkan saat ini sudah tersedia sangat banyak tool-tool berupa virus generator yang pada jaman dahulu diawali oleh program bernama VCL (Virus creation library) dimana program tersebut mampu membuat model atau varian virus secara instan tanpa membutuhkan skill pemrograman sama sekali, sehingga anak SD pun mampu membuatnya, ruang bagi pembuat virus lokal pun semakin luas dan banyak dengan berbagai macam teknik yang semakin lama semakin canggih tak kalah dengan anti virus.

2. Semakin banyak bermunculan komunitas underground.

Semakin banyaknya komunitas underground di Indonesia juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan populasi malware di Indonesia, lebih-lebih komunitas yang tidak memiliki aturan atau bahkan yang membenci aturan, termasuk juga barisan sakit hati :).Komunitas underground pada dunia maya memiliki karakteristik yang mirip dengan geng-geng jalanan di dunia nyata, walaupun tidak semua tetapi kebanyakan komunitas underground eksis dengan karakteristik tersebut. Ketika salah satu geng bertemu dengan geng lainnya mereka akan mencoba adu gengsi dan tidak jarang langsung melancarkan perang (tawuran). Begitu juga pada komunitas underground pada dunia maya, mereka akan mencoba adu gengsi misalnya dengan sekedar membuat worm atau virus yang membawa nama komunitasnya mencari eksistensi atau bahkan sampai melakukan penyerangan antar komunitas sejenis. Maka yang akan terkena akibatnya adalah pengguna komputer yang tidak tahu menahu urusan mereka terutama bagi yang awam, tetapi bagaimanapun sebagai pengguna komputer inilah konsekuensinya.

3. Cyberlaw (UU ITE) belum terimplementasikan secara maksimal.

Indonesia terbilang masih sangat baru menerapkan hukum cyber (UU ITE) sehingga penerapannya belum berjalan maksimal. Masih banyak para cybercrime yang tetap dalam rutinitas gelapnnya, bukan hanya cracker, blackhat hacker tetapi juga vxer ( virus maker ), mereka masih merasa nyaman berada dibawah ancaman UU ITE, walaupun ruang gerak mereka semakin sempit dan harus lebih berhati-hati, tetapi mereka masih tetap eksis dan kuat.
Referensi.
http://www.webpchelp.com
http://www.detikinet.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

10 OS Alternatif yang akan Melahirkan Inovasi

.
0 comments

Salah satu hal yang menarik dari dunia software adalah begitu banyak inovasi yang ada. Hal-hal menarik seperti pencarian secara live, task bar yang lebih baik dan widget/gadget/dashboard selalu memenuhi ide mereka pada OS yang lebih kecil. Desainer OS akan mencari terobosan pada program mereka yang kelak akan diadaptasikan orang lain menjadi lebih baik lagi dan lagi, seperti efek bola salju yang terus berputar dan semakin membesar.

Beberapa OS pada daftar berikut mungkin sudah sering Anda dengan, beberapa lagi mungkin tidak. Bagaimanapun, mereka semua unik dan memiliki kekuatannya sendiri-sendiri.

AmigaOS 4.1

AmigaOS 4.1 dirilis bulan lalu dan walaupun OS ini adalah salah satu OS yang paling tua, versi mutakhir dari OS ini cukup modern. AmigaOS hanya dapat beroperasi di perangkat keras berbasis PowerPC. Perusahaan pengembangnya ACube saat ini memasarkan dan mendistribusikan AmigaOS bersama dengan motherboard buatan mereka. ArsTechnica memiliki ulasan lengkap tentang AmigaOS.


AmigaOS


Lisensi: Proprietary
Platform: PowerPC
Status: Final

Haiku

Haiku adalah sebuah proyek open source yang bertujuan untuk melanjutkan pengembangan BeOS yang sebelumnya dibeli Palm dan ditelantarkan. Haiku pada awalnya diberi nama OpenBeOS tetapi kemudian diubah namanya di 2004. Baca detil lebih lanjut di situs Haiku.


Haiku


Lisensi: MIT
Platform: x86 and PowerPC
Status: Pre-Alpha

ReactOS

ReactOS adalah sebuah OS yang didesain untuk kompatibel dengan aplikasi Windows. Proyek ini dimulai pada tahun 1998 dan kini sudah mampu mengoperasikan berbagai program Windows. Kernel ReactOS telah ditulis ulang dari awal dan menggunakan Wine untuk mengoperasikan aplikasi Windows. Kunjungi situs ReactOS untuk informasi lebih lanjut.


ReactOS


Lisensi: Various free software

Lisensis
Platform: x86 (more under development)
Status: Alpha

Syllable Desktop

Syllable adalah sebuah OS gratis dan open source yang dicabangkan dari AtheOS, tiruan AmigaOS pada tahun 2002. Syllable dibuat sebagai OS ringan dan cepat yang cocok dipakai untuk pengguna rumah dan bisnis kecil. Kunjungi situs Syllable Desktop untuk informasi lebih lanjut.


Sistem Operasi Syllable Desktop


Lisensi: GNU General Public

Lisensi
Platform: x86
Status: Alpha

SkyOS

SkyOS adalah sebuah proyek proprietary yang dikembangkan Robert Szeleney dan beberapa sukarelawan yang pada awalnya dimulai sebagai percobaan terhadap desain OS. SkyOS ditujukan sebagai OS desktop mudah pakai untuk pemula. Berbagai aplikasi populer seperti Firefox telah dimigrasikan untuk dapat dipakai di SkyOS. Kunjungi situs SkyOS untuk informasi lebih lanjut.


SkyOS


Lisensi: Proprietary
Platform: x86
Status: Beta

MorphOS

MorphOS adalah sebuah OS ringan yang khusus didesain seputar penggunaan media, hanya dapat dioperasikan di PowerPC. OS ini mendapat inspirasinya dari AmigaOS dan juga mengemas emulasi yang memungkinkannya untuk menggunakan aplikasi-aplikasi Amiga. Kunjungi situs MorphOS untuk informasi lebih lanjut.


MorphOS


Lisensi: Kombinasi antara proprietary dan open source
Platform: Pegasos, beberapa model Amiga, EFIKA

AROS Research Operating System

AROS adalah sebuah OS open source ringan yang didesain untuk tidak saja kompatibel dengan AmigaOS 3.1, tetapi juga lebih baik dari Amiga. Proyek ini dimulai pada tahun 1995 dan hari ini dapat dioperasikan di perangkat keras berbasis PowerPC dan IBM PC. AROS juga mengemas sebuah emulator yang dapat mengoperasikan aplikasi-aplikasi Amiga. Kunjungi situs AROS untuk informasi lebih lanjut.


AROS


Lisensi: AROS Public License
Platform: x86 and PowerPC

MenuetOS

Dikenal juga sebagai MeOS, OS ini ditulis dalam assembly sehingga berukuran sangat kecil dan berkinerja sangat tinggi. Walaupun OS ini sudah mengikutkan GUI, fitur jaringan dan banyak lagi, OS ini masih dapat dimuat ke dalam sebuah floppy 1.44 MB. Kunjungi situs MenuetOS untuk informasi lebih lanjut.


MenuetOS


Lisensi: Menuet License
Platform: x86
Status: Beta

DexOS

DexOS adalah sebuah OS open source yang didesain untuk penggunaan minimalis seperti console game, akan tetapi untuk dioperasikan di PC. Tampilannya terlihat seperti console game dan berukuran sangat kecil (juga dapat dimuat dalam floppy) dan dapat di-boot dari berbagai media. Kunjungi situs DexOS untuk informasi lebih lanjut.


DexOS

Platform: x86

Visopsys

Visopsys (VISual Operating SYStem) adalah proyek hobi seorang programmer bernama Andy McLaughlin. Pengembangan ini dimulai di tahun 1997 dan OS gratis ini juga memiliki lisensi open source. Kunjungi situs Visopsys untuk informasi lebih lanjut.


Visopsys


Lisensi: GPL
Platform: x86
Status: Final

Masa Depan OS

Walaupun tidak ada OS di atas ini yang akan menjadi OS mainstream, semua OS ini berpotensi memperkenalkan ide baru yang segar karena didorong oleh programmer-programmer luar biasa yang memiliki idenya masing-masing yang terkadang cocok untuk diadopsi oleh OS besar sekalipun. ( via Pingdom)

Klik disini untuk melanjutkan »»

9.19.2008

INSTALASI TERMINAL SERVER DENGAN WIN 2000 SERVER

. 9.19.2008
0 comments

Terminal Server yaitu Aplikasi Remote Access yang ada di windows server. Terminal Server di gunakan untuk meremote Server dan juga bisa di gunakan untuk MenSharing ke Beberapa PC (mengunakan server dari beberapa PC lain).

Langkah-langkahnya  ;
1. Klik Start cari Administrative tools >> Buka Terminal Service Configuration
2. Setelah membuka Terminal Service Configuration >> pilih Action >> lalu Creat New Connection
3. Setelah itu akan keluar Connection Type yang akan kita gunakan, Citrix dan Microsoft RDP, pilih Microsoft RDP
4. Selanjut nya pilih Data Encryption >> saya memilih Client Compatible
5. Selajut nya masuk ke Remote Control 6. Selanjut nya masuk ke Transport Type
7. Pilih Network Adapter yang akan di gunakan, jika kita mengukan 2 interface
Setelah berhasil membuat Connection Baru kita buka Terminal Services Manager untuk melihat User mana saja yang berhasil masuk ke server kita, dari sini kita bisa juga melakukan disconnect terhadap user.
Untuk meningkatkan keamanan buat user2 siapa saja yang boleh login ke terminal server kita caranya dengan :
Buka Computer Management >> pilih Local Users dan Groups >> Pilih Groups dan cari Remote Desktop Users. 
di Remote Desktop Users itulah kita menambahkan user siapa saja yang boleh Login ke Terminal server kita.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

My Yahoo Messanger



ID :r.ibnu

My FrIenDstEr

f4bregaz.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com