Debian GNU/Linux memiliki sistem manajemen paket yang terbaik (tp bersifat relatif sih). Hanya dengan menggunakan apt sebagai tools advanced untuk paket.
* Install software menggunakan apt
# apt-get install software
* Update daftar paket yang terdapat di sources.list
# apt-get update
* Update software menggunakan apt
# apt-get upgrade
* Untuk merubah daftar mirror apt
# apt-setup
* Mencari paket
# apt-cache search package
* Uninstall software menggunakan apt
# apt-get remove software
Shortcuts / Cheatcodes
* update daftar paket
# apt-get update
* update the available package lists
# dselect update
* upgrade all installed packages
# apt-get upgrade
* installs package
# apt-get install pkg
* uninstall package
# apt-get remove pkg
* show all installed and removed packages
# dpkg -l
* show install status of package
# dpkg -l pkg
* show all packages that match pattern
# dpkg -S pattern
* list packages that contain string
# dpkg
* list files in package
# dpkg -L pkg
* show status of package
# dpkg -s pkg
* show details of package
# dpkg -p pkg
* list relevant packages
# apt-cache search string
* install package from a deb file
# dpkg -i file.deb
* purge package (and config?)
# dpkg -P pkg
* re-run the configure for a package
# dpkg-reconfigure pkg
* get the source
# apt-get source pkg
* config build-deps for source and install as needed
# apt-get build-dep
* install package from specific release
# apt-get -t release install pkg
* prevent name from running at bootup
# update-rc.d -f name remove
* upgrade the distribution
# apt-get dist-upgrade
- Tutorial Pemrograman
- Tutorial Jaringan
- Akhir dari li (bullet) menufs1 Induk
- ateonsoft
10.22.2008
Perintah apt-get & dpkg Debian GNU/Linux
label linux, tugasProses Booting LTSP
Klik disini untuk melanjutkan »»
10.16.2008
Linux Terminal Server Project
label linux, tugasLTSP (http://www.ltsp.org/) adalah suatu project yang mengeksplorasi
kemampuan Linux untuk aplikasi diskless XTerminal.
XTerminal merupakan salah satu model thin client yang dapat dibangun dengan
platform Linux. Teknologi yang mirip sistem mainframe ini semakin populer karena
dapat menghemat sumber daya hardware tanpa perlu mengurangi performance.
Platform Linux yang kian berkembang dan memasyarakat telah terbukti
memberikan banyak solusi alternative yang mendorong efisiensi, penghematan
biaya dan kemudahan kerja. Sifatnya yang open telah melahirkan berbagai
kombinasi baru dibidang teknologi informasi dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja
yang mau memanfaatkannya. Jadi anda dapat bayangkan dengan banyak terminal
komputer kita cukup menyediakan satu harddisk.Dengan demikian teknologi Thin
Client, kita dapat mengoptimalkan komputer yang lama tidak kita pakai untuk dapat
digunakan kembali dengan mode GUI.
Ini adalah mekanisme client-server. Client di-boot menggunakan disket /
bootrom yang sudah terpasang kernel Linux. Setelah kernel di-load dalam memory,
ia mulai bekerja untuk mencari server yang memiliki DHCP atau Boot Protocol
(BOOTP). Server yang menangkap permintaan client memeriksa terlebih dahulu
apakah client tersebut sudah terdaftar sebagai komputer yang boleh masuk. Kalau
ya, server me mberikan IP Address kepada client, dan selanjutnya menjalankan
XWindow dimana prosesnya terjadi di server namun hasilnya tampak di client.Dilihat
dari cara ker janya, sistem ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki dua
komputer atau lebih. Dengan kata lain sangat banyak institusi yang bisa
memanfaatkan telnologi XTerminal seperti WarNet, perkantoran, penyewaan
komputer, atau bagi mereka yang hanya sekedar mencoba untuk menggunakan
Linux sebagai sistem operasi sehari-hari.
Seperti kita ketahui dalam suatu jaringan jumlah server lebih sedikit
ketimbang client. Sistem XTerminal sendiri bisa dipasang dengan satu server dan
beberapa client, sehingga penggunaannya memberikan berbagai keuntungan
seperti:
- Spesifikasi komputer untuk client sangat minimal.
- Upgrading hardware dan program menjadi lebih mudah karena hanya
terjadi di sebuah komputer server.
Akhirnya dari keseluruhan point diatas diperoleh penghematan biaya serta
waktu yang digunakan untuk instalasi dan perawatan sistem.
Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Instalasi
Setting Komputer Server
Sebelum memulai mensetting komputer server, terlebih dahulu persiapkan file
RPMS dari ltsp yang dibutuhkan untuk setup pada Linux SuSE 9.1 system server.
File ltsp terdiri dari 3 bagian, yaitu :
Lts_core-1.03-1.i386.rpm
Paket core dari lts, termasuk file sistem root, didalamnya terdapat konfigurasi utility
dan dokumentasi untuk komoputer terminal. Dokumentasi akan terinstall dalam direktori
/usr/doc/lts-1.03. Versi dari dokumentasi ini berupa file html, sgml, postscri
ript dan text.
Linux kernels
Pre-compiled kernel untuk booting tanpa harddisk/diskless dengan melalui lan card
di dalamnya.
X servers
File yang akan dibutuhkan untuk mengkonfigurasi X server video card yang sesuai
dengan komputer yang dipakai.
File DHCP
DHCP atau dynamic host configuration program adalah program yang
mendistribusikan alamat ip pada setiap mesin yang terhubung ke dalam jaringan.
Pemberian alamat ip secara dinamis ini memudahkan jaringan dengan user yang
banyak.
Cara Kerja
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan
adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.
Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client. Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena progaram ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan pada komputer` terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa harddisk).
Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang
harus diexported. Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani.
Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuhkan agar komputer terminal/client dapat berjalan pada saat di booting. Beberapa komputer terminal/client mempunyai spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Seperti lan card, vga card dan type
Hardware yang Digunakan
Server
Karena semua proses program dijalankan oleh server, maka hardwarenya harus memiliki spesifikasi
processor, harddisk, dan RAM yang disesuaikan dengan besarnya program dan jumlah terminal/client
yang memanggilnya. Ini menjadi sangat relatif. Tapi untuk instalasi ini penulis menggunakan spesifikasi
server sbb : P-IV, RAM 255 MB, VGA TNT 64 MB, Mouse PS/2, Keyboard PS/2, dan Monitor merek
jankrik.
Terminal/Client
Komputer terminal/client penulis menggunakan P-II 233 RAM 32 MB, karena mencari processor 486
agak sulit, sebuah floppy disk ( disket ), monitor merek tak terkenal, keyboard serial dan mouse serial.
Harddisk tidak diperlukan karena semua program terletak di server.
Distribusi Linux & Jaringan
Distribusi Linux yang penulis gunakan adalah : - RedHat 9.0
Hub dan kabel UTP yang siap untuk di gunakan
NETWORK OPERATING SYSTEM NOVELL NETWARE 3.12
Network Operating System Netware 3.12 dibuat oleh Novell Inc. yang merupakan lanjutan dari versi sebelumnya. Netware 3.12 merupakan 32 bit NetworkOperating System yang bekerja pada prosesor Intel 386 atau versi yang lebih tinggi dengan minimum memory 4 Mb. Netware 3.12 mendukung Desktop Operating System seperti DOS, OS/2 dan UNIX client
SYSTEM
Directory yang berisi program file-file pembentuk operating system dan program cadangan untuk supervisor.
PUBLIC
Directory yang berisi program file-file utility, user dapat melihat daftar filenya dan melaksanakan tetapi tidak dapat menulis dan menghapus file kecuali diberi kuasa oleh supervisor.
LOGIN
Directory yang berisi file-file untuk masuk ke dalam sistem Netware. Direktori ini juga berisi boot file jika menggunakan BOOT ROM pada workstation.
HOME
Directory yang disediakan untuk setiap user yang digunakan untuk menyimpan data dalam server Netware. Setiap user bebas menggunakan home directory-nya, home directory seperti lokal disk space user tersebut.
MAIL
Directory MAIL berisi subdirectory yang merupakan nomor ID dari user, yang berisi login script user dan konfigurasi print job. Setiap user mempunyai directory sendiri pada directory ini.
ETC
Directory yang berisi software-software yang diinstal pada server Netware dan setiap user dapat menggunakan software tersebut.bila diberi kuasa oleh supervisor.
PEMBERIAN HAK
Hak (RIGHTS) yang terdapat pada Netware 3.12 adalah :
SUPERVISORY (S)
Memberikan user hak penuh terhadap directory, subdirectory dan file-file-nya.
READ (R)
Hak untuk membuka dan membaca file.
WRITE (W)
Hak untuk membuka dan memodifikasi file.
CREATE (C)
Mengizinkan user untuk membuat file dan subdirectory dalam suatu directory.
ERASE (E)
Mengizinkan user untuk menghapus file, subdirectory dalam suatu directory.
MODIFY (M)
Memberikan hak pada user untuk merubah attribute dari file, subdirectory dan directory.
FILE SCAN (F)
Hak untuk melihat daftar file dalam directory.
ACCESS CONTROL (A)
Mengizinkan user untuk merubah trustee assignment dan inherited rights mask.pada file, subdirectory dan directory.
ATRIBUTE DIRECTORY
Atribute Directory pada Netware terdiri dari :
SYSTEM (Sy)
Menyebabkan nama directory tak terlihat dengan perintah DIR dari DOS kecuali perintah NDIR dan user tersebut mempunyai trustee FILE SCAN.
HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu directory tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.
PURGE (P)
Atribut ini menyebabkan berkas file dalam directory yang dihapus tidak bisa diselamatkan atau dikembalikan dengan instruksi SALVAGE.
DELETEINHIBIT (D)
Atribut ini mencegah user untuk menghapus directory, kecuali bila diberi hak ERASE dan MODIFY baru bisa menghapus directory tersebut.
RENAMEINHIBIT (R)
Atribut ini mencegah user untuk mengganti nama directory, kecuali user diberi hak MODIFY baru bisa mengganti nama directory tersebut.
ATRIBUTE FILE
Atribute File pada Netware terdiri dari :
SYSTEM (Sy)
Atribut ini identik dengan HIDDEN file tetapi digunakan pada system file yang berada pada directory SYS:=/SYSTEM.
HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu file tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.
READ ONLY (Ro)
Menyebabkan file hanya bisa dibaca tidak bisa dirubah atau di-rename kecuali diberi hak WRITE dan ERASE.
READ WRITE (Rw)
Merupakan atribut dimana user dapat membaca, merubah dan menyimpan suatu file.
SHAREABLE (S)
Atribut ini membolehkan user secara bersamaan mengakses suatu file .
EXECUTE ONLY (X)
Atribute ini menyebabkan file hanya bisa dijalankan dan tidak bisa .di-copy atau di-delete.
TRANSACTION TRACKING SYSTEM (T)
Atribute ini digunakan untuk menghindari terjadinya corrupt.
INDEX (I)
Atribute ini menyebabkan Netware memberikan special FAT, untuk mempercepat proses akses file, umumnya digunakan untuk file yang lebih besar dari 10 Mb.
ARCHIEVE (A)
Melindungi file terhadap kehilangan apabila file yang asli terhapus atau rusak.
PERINTAH-PERINTAH DASAR NOVELL NETWARE
LOGIN
Untuk mengakses file server atau masuk ke file server
Syntax : LOGIN [file server] / [login_name] [script_parameter]
Option :
File server : nama server-nya
Login_name : nama user yang hendak masuk
Contoh :
LOGIN NW312/USER01
User01 login ke dalam server yang namanya NW312
Jika hanya mempunyai satu server saja cukup ketik LOGIN USER01
LOGOUT
Untuk keluar dari file server
Syntax : LOGOUT [file server]
Option :
File server : nama server-nya
Contoh :
LOGOUT User01
Jika Anda login pada server NW312 maka setelah intruksi tersebut, Anda akan kembali ke server default yaitu NW312
SETPASS
Untuk merubah password jika user tersebut diberikan hak pada file ini
Contoh :
SETPASS
Enter new password for NW312/USER01 :
Retype new password for NW312/USER01 :
The password for NW312/USER01 has been changed
(selama Anda mengetik password tidak terlihat di monitor)
WHOAMI
Melihat informasi tentang user
Syntax :
WHOAMI [file server] [option]
Option :
/Security : melihat security equivalent
/Group : melihat nama group dimana user sebagai anggotanya
/Rights : melihat hak akses user
/Object : melihat object user
/Workgroup : menampilkan nama manajer grup
/SYstem : menampilkan informasi system
/All : menampilkan semua informasi
Contoh :
WHOAMI /A
USERLIST
Menampilkan nomor hubungan, nama user, network address, node address dan waktu login dari user yang bekerja pada jaringan
Syntax : USERLIST [file server name] / [name] [option]
Option :
File server : nama server
Name : nama user
Option :
/A : menampilkan network address
/O : menampilkan informasi object
/C : menampilkan informasi per halaman layar
Contoh :
USERLIST /C
LISTDIR
Menampilkan informasi suatu directory dan subdirectory
Syntax :
LISTDIR [path] [option]
Option :
/Rights : menampilkan hak akses
/Effective rights : menampilkan hak akses efektif
/Date or /Time : menampilkan tanggal atau waktu pembuatan directory
/Subdirectories : menampilkan subdirectory sampai tingkat terbawah
/All : menampilkan seluruh informasi
Contoh :
LISTDIR SYS:PUBLIC
NDIR
Menampilkan informasi directory dan file
Syntax : NDIR [path]
Contoh :
NDIR SYS:HOME\USER01
PEMBUATAN DIRECTORY
MD : membuat directory
RD : menghapus directory
CD : pindah ke suatu directory
Contoh :
MD LATIHAN, CD LATIHAN, RD LATIHAN
FLAGDIR
Menampilkan atau merubah atribut directory
Syntax :
FLAG [path] [flaglist]
Option :
Path : directory yang hendak dilihat atau dirubah atribut filenya
Flaglist : lihat atribut directory
Contoh :
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1 H
(merubah atribut directory LATIHAN1 menjadi HIDDEN)
FLAG
Menampilkan atau merubah atribut file
Syntax :
FLAG [path] [flaglist]
Option :
Flaglist : lihat atribut file
Contoh :
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA.TXT
(melihat atribut file BIODATA.TXT
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA +RO +H
(merubah atribut file BIODATA.TXT menjadi READ ONLY dan HIDDEN)
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA -H
(menghapus atribut HIDDEN pada file BIODATA.TXT)
SEND
Mengirim berita pendek dari workstation Anda ke user, group atau console file server
Syntax :
SEND “message text” TO destination
Contoh :
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO USER01, USER03
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO EVERYONE
(mengirim pesan kepada group EVERYONE)
GRANT
Memberikan trustee assignment pada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
Syntax :
GRANT [rightlist] FOR [path] TO [user / group]
Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
Contoh :
GRANT R W C F FOR G: TO USER04
GRANT M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 TO USER07
TLIST
Melihat trustee directory atau file pada user atau group.
Syntax :
TLIST [path] [user / group]
Contoh :
TLIST SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
(melihat trustee pada directory LATIHAN1)
REVOKE
Digunakan untuk menghapus hak akses file atau directory yang diberikan kepada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
Syntax :
REVOKE [rightlist] FOR [path] FROM [user / group]
Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
Contoh :
REVOKE R W C F FOR G: FROM USER04
REVOKE M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 FROM USER07
REMOVE
Digunakan untuk menghapus trustee directory user atau group sehingga tidak mempunyai hak trustee directory assignment terhadap suatu directory atau subdirectory
Syntax :
REMOVE [user/group] FROM [path]
Contoh :
REMOVE USER04 FROM G:
REMOVE USER07 FROM SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1
10.12.2008
Krisis Finansial Dunia Merambah ke Dunia Maya
label iptekTentunya Anda tahu bahwa seluruh dunia, termasuk Indonesia sedang dilanda krisis finansial yang berawal dari Amerika. Krisis Amerika yang diawali oleh masalah sub-prime mortgage kini sudah mulai merambat ke dunia maya, harga saham-saham teknologi yang notabene secara riil jauh dari kredit perumahan ikut tumbang. Dalam satu bulan terakhir harga saham Apple sudah turun 40%, Google dan Yahoo 20%. Microsoft Microsoft yang merupakan salah satu perusahaan teknologi terkaya dengan pendapatan yang stabil lebih beruntung, hanya mengalami penurunan sebesar 10%. (via TechCrunch)
Sub-prime mortgage atau kredit subprima merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan surat utang berperingkat B (B-Paper) atau kredit yang mendekati prima atau pinjaman kesempatan kedua yang diberikan oleh pemberi kredit kepada debitur yang tidak memenuhi persyaratan kredit. Dengan kata lain debitur tersebut memiliki "catatan kredit" yang kurang baik. Kredit subprima ini memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, karena tingginya tingkat bunga yang dikenakan.
Amerika merupakan pemrakarsa kredit subprima dan sangat berperan besar pengaruhnya dalam peningkatan kredit konsumen yang tidak memiliki akses ke pasar kredit. Sebagaian pihak menilai kredit jenis ini sebagai praktek lintah darat yang mencari sasaran debitur yang tidak memiliki daya untuk melunasi utang dalam jangka panjang. Kecaman terus meningkat sejak tahun 2006 sebagai rekasi atas meningkatnya krisis kredit dalam industri kredit subprima di Amerika dan akhirnya menyebabkan krisis finansial global hari ini.
Dampak kredit subprima ini sangat besar pengaruhnya di seluruh dunia, menghantam baik negara-negara maju maupun berkembang. Perusahaan-perusahaan teknologi yang notabene jauh dari kaitannya dengan kredit ini kini telah ikut menanggung bebannya, dan tampaknya krisis ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Jika Yahoo, Google, Microsoft saja lantas terkena dampak krisis ini, bagaimana dengan yang lain?
Indonesia juga tidak kebal dari efek ini, turun bahkan lebih banyak daripada indeks saham di banyak negara. Grafik di bawah ini menunjukkan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang telah kehilangan 33% dari nilainya sejak 8 Sepetember lalu, atau 46% sejak awal tahun 2008 seperti yang diperlihatkan di bawah ini.
Klik disini untuk melanjutkan »»
Perjalanan Virus Malware
| Perjalanan malware lokal dan perkembangannya |
| Written by Febryan | |
| Sunday, 12 October 2008 21.00 | |
| Ketika pertengahan 2006-2007 malware lokal pertama kali meledak hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda penurunan yang berarti, populasi malware bukannya semakin menurun tetapi sebaliknya meningkat dan terus meningkat. Terbukti beberapa vendor anti virus terkemuka sering kali kecolongan oleh malware lokal. Bukan hanya populasinya, mungkin hukum evolusi berlaku juga bagi malware lokal, berbagai teknik yang digunakanpun semakin canggih, semakin canggihnya teknik yang digunakan malware maka semakin sulit pula engine anti virus melacak keberadaannya. Virus lolos oleh deteksi engine anti virus yang up-to-date sudah menjadi hal biasa bahkan John Stewart Chief Security Officer (CSO) Cisco pernah mengatakan bahwa anti virus buang buang duit saja, karena tetap tidak dapat memberikan keamanan yang maksimal. Munculnya malware lokal di Indonesia sebenarnya sudah sangat lama, diawali oleh virus bernama Denzuko muncul pada tahun 1991 dibuat oleh anak bandung bernama Denny Yanuar Ramadhani. Virus ini juga sudah mengimplementasikan teknik counter malware, teknik dimana virus akan menghancurkan virus lainnya mirip seperti worm brontok yang mencoba menghancurkan dominasi malware lokal lainnya. Apa sih yang menyebabkan populasi malware di Indonesia semakin hari semakin meningkat? Awalnya saya memprediksikan bahwa perkembangan malware di Indonesia lambat laun akan menurun, karena saya kira malware di Indonesia adalah trend sesaat, artinya suatu saat ketika trend itu mulai menjadi hal yang biasa maka trend itu akan menghilang dengan sendirinya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, bahkan malware lokal seakan tidak rela apabila daerah jajahannya dikuasai oleh malware import. Lalu apa yang menyebabkan populasi malware di Indonesia meningkat? Kemungkinan besar faktor penyebabnya adalah :
Tiga faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap populasi malware lokal di Indonesia. Saya coba jelaskan satu-persatu. 1. Virus komputer semakin mudah dibuat. Pada jaman dahulu untuk membuat satu virus komputer dibutuhkan skill yang mendalam tentang seluk beluk komputer dan bahasa pemrograman low level yang rumit dan kompleks. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi komputer semuanya menjadi mudah. Munculah bahasa pemrograman yang mudah dipahami, program komputer (software) semakin mudah dibuat, sisi negatifnya virus komputer juga semakin mudah dibuat. Bahkan saat ini sudah tersedia sangat banyak tool-tool berupa virus generator yang pada jaman dahulu diawali oleh program bernama VCL (Virus creation library) dimana program tersebut mampu membuat model atau varian virus secara instan tanpa membutuhkan skill pemrograman sama sekali, sehingga anak SD pun mampu membuatnya, ruang bagi pembuat virus lokal pun semakin luas dan banyak dengan berbagai macam teknik yang semakin lama semakin canggih tak kalah dengan anti virus. 2. Semakin banyak bermunculan komunitas underground. Semakin banyaknya komunitas underground di Indonesia juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan populasi malware di Indonesia, lebih-lebih komunitas yang tidak memiliki aturan atau bahkan yang membenci aturan, termasuk juga barisan sakit hati :).Komunitas underground pada dunia maya memiliki karakteristik yang mirip dengan geng-geng jalanan di dunia nyata, walaupun tidak semua tetapi kebanyakan komunitas underground eksis dengan karakteristik tersebut. Ketika salah satu geng bertemu dengan geng lainnya mereka akan mencoba adu gengsi dan tidak jarang langsung melancarkan perang (tawuran). Begitu juga pada komunitas underground pada dunia maya, mereka akan mencoba adu gengsi misalnya dengan sekedar membuat worm atau virus yang membawa nama komunitasnya mencari eksistensi atau bahkan sampai melakukan penyerangan antar komunitas sejenis. Maka yang akan terkena akibatnya adalah pengguna komputer yang tidak tahu menahu urusan mereka terutama bagi yang awam, tetapi bagaimanapun sebagai pengguna komputer inilah konsekuensinya. 3. Cyberlaw (UU ITE) belum terimplementasikan secara maksimal. Indonesia terbilang masih sangat baru menerapkan hukum cyber (UU ITE) sehingga penerapannya belum berjalan maksimal. Masih banyak para cybercrime yang tetap dalam rutinitas gelapnnya, bukan hanya cracker, blackhat hacker tetapi juga vxer ( virus maker ), mereka masih merasa nyaman berada dibawah ancaman UU ITE, walaupun ruang gerak mereka semakin sempit dan harus lebih berhati-hati, tetapi mereka masih tetap eksis dan kuat. Referensi. http://www.webpchelp.com http://www.detikinet.com |
10 OS Alternatif yang akan Melahirkan Inovasi
Salah satu hal yang menarik dari dunia software adalah begitu banyak inovasi yang ada. Hal-hal menarik seperti pencarian secara live, task bar yang lebih baik dan widget/gadget/dashboard selalu memenuhi ide mereka pada OS yang lebih kecil. Desainer OS akan mencari terobosan pada program mereka yang kelak akan diadaptasikan orang lain menjadi lebih baik lagi dan lagi, seperti efek bola salju yang terus berputar dan semakin membesar.
Beberapa OS pada daftar berikut mungkin sudah sering Anda dengan, beberapa lagi mungkin tidak. Bagaimanapun, mereka semua unik dan memiliki kekuatannya sendiri-sendiri.
AmigaOS 4.1
AmigaOS 4.1 dirilis bulan lalu dan walaupun OS ini adalah salah satu OS yang paling tua, versi mutakhir dari OS ini cukup modern. AmigaOS hanya dapat beroperasi di perangkat keras berbasis PowerPC. Perusahaan pengembangnya ACube saat ini memasarkan dan mendistribusikan AmigaOS bersama dengan motherboard buatan mereka. ArsTechnica memiliki ulasan lengkap tentang AmigaOS.
Lisensi: Proprietary
Platform: PowerPC
Status: Final
Haiku
Haiku adalah sebuah proyek open source yang bertujuan untuk melanjutkan pengembangan BeOS yang sebelumnya dibeli Palm dan ditelantarkan. Haiku pada awalnya diberi nama OpenBeOS tetapi kemudian diubah namanya di 2004. Baca detil lebih lanjut di situs Haiku.
Lisensi: MIT
Platform: x86 and PowerPC
Status: Pre-Alpha
ReactOS
ReactOS adalah sebuah OS yang didesain untuk kompatibel dengan aplikasi Windows. Proyek ini dimulai pada tahun 1998 dan kini sudah mampu mengoperasikan berbagai program Windows. Kernel ReactOS telah ditulis ulang dari awal dan menggunakan Wine untuk mengoperasikan aplikasi Windows. Kunjungi situs ReactOS untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: Various free software
Lisensis
Platform: x86 (more under development)
Status: Alpha
Syllable Desktop
Syllable adalah sebuah OS gratis dan open source yang dicabangkan dari AtheOS, tiruan AmigaOS pada tahun 2002. Syllable dibuat sebagai OS ringan dan cepat yang cocok dipakai untuk pengguna rumah dan bisnis kecil. Kunjungi situs Syllable Desktop untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: GNU General Public
Lisensi
Platform: x86
Status: Alpha
SkyOS
SkyOS adalah sebuah proyek proprietary yang dikembangkan Robert Szeleney dan beberapa sukarelawan yang pada awalnya dimulai sebagai percobaan terhadap desain OS. SkyOS ditujukan sebagai OS desktop mudah pakai untuk pemula. Berbagai aplikasi populer seperti Firefox telah dimigrasikan untuk dapat dipakai di SkyOS. Kunjungi situs SkyOS untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: Proprietary
Platform: x86
Status: Beta
MorphOS
MorphOS adalah sebuah OS ringan yang khusus didesain seputar penggunaan media, hanya dapat dioperasikan di PowerPC. OS ini mendapat inspirasinya dari AmigaOS dan juga mengemas emulasi yang memungkinkannya untuk menggunakan aplikasi-aplikasi Amiga. Kunjungi situs MorphOS untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: Kombinasi antara proprietary dan open source
Platform: Pegasos, beberapa model Amiga, EFIKA
AROS Research Operating System
AROS adalah sebuah OS open source ringan yang didesain untuk tidak saja kompatibel dengan AmigaOS 3.1, tetapi juga lebih baik dari Amiga. Proyek ini dimulai pada tahun 1995 dan hari ini dapat dioperasikan di perangkat keras berbasis PowerPC dan IBM PC. AROS juga mengemas sebuah emulator yang dapat mengoperasikan aplikasi-aplikasi Amiga. Kunjungi situs AROS untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: AROS Public License
Platform: x86 and PowerPC
MenuetOS
Dikenal juga sebagai MeOS, OS ini ditulis dalam assembly sehingga berukuran sangat kecil dan berkinerja sangat tinggi. Walaupun OS ini sudah mengikutkan GUI, fitur jaringan dan banyak lagi, OS ini masih dapat dimuat ke dalam sebuah floppy 1.44 MB. Kunjungi situs MenuetOS untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: Menuet License
Platform: x86
Status: Beta
DexOS
DexOS adalah sebuah OS open source yang didesain untuk penggunaan minimalis seperti console game, akan tetapi untuk dioperasikan di PC. Tampilannya terlihat seperti console game dan berukuran sangat kecil (juga dapat dimuat dalam floppy) dan dapat di-boot dari berbagai media. Kunjungi situs DexOS untuk informasi lebih lanjut.
Platform: x86
Visopsys
Visopsys (VISual Operating SYStem) adalah proyek hobi seorang programmer bernama Andy McLaughlin. Pengembangan ini dimulai di tahun 1997 dan OS gratis ini juga memiliki lisensi open source. Kunjungi situs Visopsys untuk informasi lebih lanjut.
Lisensi: GPL
Platform: x86
Status: Final
Masa Depan OS
Walaupun tidak ada OS di atas ini yang akan menjadi OS mainstream, semua OS ini berpotensi memperkenalkan ide baru yang segar karena didorong oleh programmer-programmer luar biasa yang memiliki idenya masing-masing yang terkadang cocok untuk diadopsi oleh OS besar sekalipun. ( via Pingdom)
9.19.2008
INSTALASI TERMINAL SERVER DENGAN WIN 2000 SERVER
label server, tugas2. Setelah membuka Terminal Service Configuration >> pilih Action >> lalu Creat New Connection
3. Setelah itu akan keluar Connection Type yang akan kita gunakan, Citrix dan Microsoft RDP, pilih Microsoft RDP
4. Selanjut nya pilih Data Encryption >> saya memilih Client Compatible
5. Selajut nya masuk ke Remote Control
7. Pilih Network Adapter yang akan di gunakan, jika kita mengukan 2 interface
Buka Computer Management >> pilih Local Users dan Groups >> Pilih Groups dan cari Remote Desktop Users. di Remote Desktop Users itulah kita menambahkan user siapa saja yang boleh Login ke Terminal server kita. Klik disini untuk melanjutkan »»







